Virtual Environment dan pip
Sampai sini kamu hanya memakai yang bawaan. Ini pintu ke ratusan ribu pustaka lain — dan cara memasangnya tanpa merusak apa pun.
Intisari
- Virtual environment = folder berisi Python dan pustaka khusus untuk satu proyek.
- Buat:
python -m venv .venv. Aktifkan sesuai sistem operasimu. - Pasang pustaka:
pip install nama. Lihat yang terpasang:pip list. - Catat daftar pustaka ke
requirements.txtsupaya proyekmu bisa dijalankan orang lain. - Selalu tambahkan
.venv/ke.gitignore— foldernya besar dan tidak perlu disimpan.
Kenapa perlu lingkungan terpisah
Proyek A butuh pustaka versi 1.0, proyek B butuh versi 2.0. Kalau semuanya dipasang ke Python sistem, salah satu pasti rusak. Virtual environment memberi tiap proyek folder pustakanya sendiri, saling terpisah.
proyek-a/
├── .venv/ ← Python + pustaka khusus proyek A
└── main.py
proyek-b/
├── .venv/ ← terpisah sepenuhnya
└── main.py
Membuat dan mengaktifkan
# Dari dalam folder proyek
python -m venv .venv
| Sistem | Perintah aktivasi |
|---|---|
| Windows (PowerShell) | .venv\Scripts\Activate.ps1 |
| Windows (CMD) | .venv\Scripts\activate.bat |
| macOS / Linux | source .venv/bin/activate |
Setelah aktif, nama lingkungannya muncul di awal baris terminal:
(.venv) C:\proyek-a>
Selama tanda itu ada, setiap pip install masuk ke folder proyek ini saja. Untuk keluar: ketik deactivate.
Windows menolak menjalankan skrip aktivasi? Jalankan sekali:
Set-ExecutionPolicy -Scope CurrentUser RemoteSigned di PowerShell, lalu coba lagi.
Di VS Code, biasanya kamu tidak perlu mengaktifkan manual — ia mendeteksi .venv
dan memakainya otomatis setelah kamu memilihnya lewat Python: Select Interpreter.
Memasang pustaka
pip install requests # pasang
pip install requests==2.31.0 # versi tertentu
pip list # lihat yang terpasang
pip uninstall requests # copot
import requests
r = requests.get("https://api.github.com")
print(r.status_code) # 200
print(r.json()["current_user_url"])
requirements.txt
pip freeze > requirements.txt # simpan daftar pustaka + versinya
pip install -r requirements.txt # pasang semuanya di komputer lain
File ini yang membuat proyekmu bisa dijalankan orang lain — atau olehmu sendiri di komputer berbeda — tanpa menebak-nebak apa saja yang perlu dipasang.
Jangan commit .venv
# .gitignore
.venv/
__pycache__/
*.pyc
Folder .venv bisa ratusan megabita dan bisa dibuat ulang kapan saja dari requirements.txt. Yang disimpan ke git adalah daftarnya, bukan isinya.
Pustaka yang layak dicoba setelah ini
| Pustaka | Untuk |
|---|---|
requests | Mengambil data dari internet / API |
rich | Output terminal berwarna, tabel, progress bar |
pandas | Mengolah data tabel dan spreadsheet |
openpyxl | Membaca dan menulis file Excel |
pillow | Mengolah gambar |
Setelah roadmap ini: di dunia kerja Python modern, venv + pip
banyak digantikan uv — satu alat yang mengurus interpreter, lingkungan, dependensi,
dan penguncian versi sekaligus, jauh lebih cepat. Tapi pahami dulu yang di halaman ini,
karena konsepnya sama dan kamu akan sering menemukannya di proyek yang sudah ada.
Latihan: buat proyek baru dengan .venv, pasang requests,
lalu tulis program yang mengambil data cuaca atau kutipan acak dari sebuah API publik gratis
dan menampilkannya dengan rapi. Simpan requirements.txt-nya.
Rangkuman ini sengaja dipangkas ke bagian yang dipakai di roadmap. Buka sumber aslinya saat kamu butuh detail lengkap atau referensi parameter.