Roadmap Belajar

AI Engineer dari Nol

Dari "apa itu AI" sampai chatbot RAG yang benar-benar berjalan di production โ€” mencakup cara kerja LLM, tool use, AI agent, koneksi ke database lewat embedding & MCP, retrieval augmented generation, dan arsitektur deploy-nya di AWS.

Roadmap ini ditulis untuk software engineer, bukan ilmuwan data โ€” fokusnya membangun sistem di atas model yang sudah ada lewat API, bukan melatih model dari nol. Kalau kamu sudah bisa ngoding tapi belum pernah menyentuh AI/LLM sama sekali, ini titik mulai yang tepat.

Durasi
~10 minggu
Beban
~6 jam/minggu
Prasyarat
Pernah ngoding, paham dasar API/HTTP
Target akhir
Chatbot RAG siap production

Untuk siapa roadmap ini

"Dari nol" di sini berarti nol AI/LLM, bukan nol pemrograman. Kamu diasumsikan sudah bisa menulis kode dan paham dasar cara kerja API/HTTP. Roadmap ini tidak mengajarkan matematika di balik model โ€” fokusnya cara memakai model yang sudah jadi (Claude, GPT, dan sejenisnya) lewat API untuk membangun produk software nyata.

Kalau kamu belum pernah ngoding sama sekali, mulai dari Python Dasar untuk Pemula dulu. Kode contoh di roadmap ini memakai Python dan Anthropic SDK sebagai ilustrasi konkret โ€” tapi konsepnya (prompting, tool use, RAG, agent) berlaku sama untuk provider dan bahasa apa pun.

Kenapa Claude sebagai contoh: materi-materi berikutnya memakai dokumentasi resmi Anthropic sebagai sumber utama, plus dokumentasi OpenAI, AWS, dan proyek open source (pgvector, MCP, LangChain) untuk topik lintas-provider seperti embedding dan observability. Ini keputusan praktis, bukan klaim satu provider "lebih benar" โ€” dijelaskan lebih lengkap di Fase 0.

Bentuk roadmap ini

BagianFaseMenjawab
Dasarnya0 โ€“ 1Apa itu AI/LLM, dan cara memanggil API-nya dengan benar
Membangun dengan LLM2 โ€“ 3Integrasi ke backend, tool use, dan AI agent
Data & pengetahuan4 โ€“ 5Menghubungkan LLM ke data sendiri lewat embedding, vector DB, dan RAG
Produk nyata6 โ€“ 7Studi kasus chatbot penuh, sampai deploy ke production

Urutannya disengaja. Fase 6 (chatbot) baru masuk akal setelah Fase 1-5 selesai โ€” chatbot production adalah gabungan dari prompting, tool use, agent, dan RAG, bukan topik yang berdiri sendiri. Jangan lompat ke Fase 6 atau 7.

0

Dasar AI & Profesi AI Engineer

1 minggu AI vs ML vs LLMtokencontext windowAI engineer

Tujuan: paham perbedaan AI/ML/deep learning/LLM, tahu cara kerja dasar LLM (token, training, context window), dan paham posisi profesi AI engineer beserta peta provider model.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu bisa menjelaskan beda AI/ML/deep learning/LLM dengan contoh konkret, tahu kenapa LLM bisa "berhalusinasi" dari cara kerjanya, dan bisa menyebutkan tiga sumbu yang dipakai memilih model (kualitas, biaya, latensi).

1

Interaksi Pertama dengan LLM

1 minggu system prompttemperaturestreamingstructured output

Tujuan: bisa memanggil LLM API dengan percaya diri โ€” mengatur prompt & parameter yang tepat, memilih streaming vs non-streaming, dan memaksa output dalam format terstruktur.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu punya skrip Python yang bisa memanggil Claude dengan system prompt & temperature yang disesuaikan tugas, bisa menjelaskan kapan pakai streaming vs tidak, dan bisa mengekstrak data terstruktur yang valid secara andal lewat skema, bukan sekadar minta lewat prompt.

2

Penerapan AI ke Software Engineering

1,5 minggu tool useretryrate limitprompt injection

Tujuan: bisa membuat model memanggil fungsi nyata di kodemu, membangun integrasi backend yang tahan terhadap kegagalan & rate limit, dan tahu cara menguji serta melindungi sistem dari prompt injection.

Ini fase yang mengubah "bisa panggil API" jadi "bisa bangun produk". Tool use adalah fondasi dari AI agent di Fase 3; arsitektur backend yang andal dan guardrails di sini dipakai di seluruh fase setelahnya, termasuk chatbot production di Fase 6.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu punya contoh tool use yang benar-benar memanggil fungsi Python-mu, kode pemanggilan API yang menangani rate limit dengan retry+backoff yang tepat, dan kamu bisa mendemonstrasikan sendiri serangan prompt injection sederhana beserta cara bertahan darinya.

3

AI Agents

1,5 minggu ReActagentic loopmemorymulti-agent

Tujuan: bisa membangun agent yang memutuskan sendiri langkah-langkahnya sampai tugas selesai, mengelola riwayat supaya tidak menabrak context window, dan tahu kapan (dan kapan tidak) memecahnya jadi multi-agent.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu punya agent loop yang berjalan sampai beberapa langkah dengan batas maksimum yang jelas, tahu strategi meringkas riwayat panjang, dan bisa menjelaskan kapan pola orchestrator-worker sepadan dengan biaya token ekstranya โ€” dan kapan satu agent saja sudah cukup.

4

Koneksi AI, Database & LLM

1,5 minggu embeddingpgvectorcosine similarityMCP

Tujuan: paham cara teks diubah jadi vektor yang bisa dibandingkan maknanya, bisa menyimpan & mencarinya lewat pgvector di Postgres, dan tahu cara menghubungkan LLM ke sumber data lewat protokol standar MCP.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu bisa membuat embedding dari teks, menyimpan & mencarinya dengan cosine similarity di pgvector, dan bisa menjelaskan kapan menulis MCP server sendiri masuk akal dibanding tool use manual.

5

RAG โ€” Retrieval Augmented Generation

1,5 minggu chunkinghybrid searchrerankingfaithfulness

Tujuan: bisa membangun pipeline RAG lengkap dari dokumen mentah sampai jawaban, memahami trade-off ukuran chunk & strategi retrieval, dan bisa mengukur kualitasnya secara objektif โ€” bukan "terasa lebih baik".

Fase ini menyatukan Fase 0 (halusinasi), Fase 2 (guardrails), dan Fase 4 (embedding) jadi satu pola yang paling banyak dicari orang: membuat LLM menjawab berdasarkan dokumen milikmu sendiri, bukan cuma pengetahuan umum dari data latihannya.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu punya pipeline RAG yang berjalan dari dokumen mentah sampai jawaban bersumber, paham trade-off ukuran chunk, dan punya dataset evaluasi kecil untuk membandingkan precision/recall retrieval sebelum & sesudah perubahan.

6

Use Case: Chatbot

1,5 minggu riwayat percakapanquery rewritingfallbackeskalasi

Tujuan: menyatukan seluruh fase sebelumnya jadi studi kasus penuh โ€” chatbot dengan riwayat percakapan multi-turn, RAG untuk menjawab dari knowledge base, dan guardrails yang membuatnya aman dihadapkan ke pengguna nyata.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu punya chatbot yang menyimpan riwayat di database (bukan variabel di memori), bisa menjawab pertanyaan lanjutan yang bergantung konteks sebelumnya lewat RAG, dan punya jalur fallback/eskalasi yang jelas untuk pertanyaan di luar topik atau percakapan yang berputar tanpa progres.

7

Deployment ke Production

1,5 minggu observabilityprompt cachingmodel routingECS Fargate

Tujuan: bisa mengoperasikan aplikasi AI di production โ€” mengukur biaya & performanya, menekan biaya lewat caching & model routing, dan men-deploy arsitekturnya dengan aman di AWS.

Materi

โœ“ Checkpoint

Kamu bisa menjelaskan metrik apa yang wajib dipantau untuk aplikasi AI, tahu cara menekan biaya lewat prompt caching & model routing, dan punya gambaran arsitektur deploy lengkap โ€” container, secrets, dan evaluasi sebagai bagian CI/CD.

Rekomendasi best practice

Ringkasan keputusan yang, kalau harus memilih satu jawaban, inilah jawabannya. Konteksnya: aplikasi backend biasa yang menambahkan satu atau lebih fitur berbasis LLM โ€” chatbot, ekstraksi data, atau agent. Setiap baris punya materi yang membahas alasannya.

Tumpukan yang direkomendasikan

LapisanPilihanAlasan singkat
Model utamaClaude SonnetKeseimbangan kualitas & biaya untuk sebagian besar tugas
Tugas sederhana bervolume tinggiClaude Haiku (model kecil)Query rewriting, klasifikasi, deteksi eskalasi โ€” jauh lebih murah
EmbeddingVoyage AI atau OpenAIAnthropic tidak punya model embedding sendiri
Vector storepgvector di Postgres yang sudah adaSatu database, query relasional + vektor sekaligus
Riwayat percakapanDisimpan di database, bukan memori prosesWajib begitu ada lebih dari satu instance server
Format output terstrukturSkema lewat tool/structured outputDijamin valid, bukan sekadar "diminta baik-baik"
Retry APIExponential backoff + jitter429/529 hampir selalu sementara
ObservabilityOpenTelemetry GenAI conventionsStandar terbuka, bisa dibaca tooling apa pun
ComputeECS FargateBeban kerjanya I/O-bound (menunggu API LLM), bukan butuh GPU
Rahasia (API key)AWS Secrets ManagerSama sensitifnya dengan kredensial database
CI/CDDataset evaluasi sebagai test suiteRegresi kualitas terdeteksi sebelum deploy, bukan lewat komplain pengguna

Sepuluh yang paling menentukan

  1. temperature bukan tombol "lebih pintar". Ia cuma mengatur keacakan pemilihan token. Untuk tugas yang butuh konsistensi (ekstraksi, klasifikasi), pakai temperature=0.
  2. Model tidak mengingat apa pun antar panggilan. Setiap "memory" โ€” riwayat chatbot, konteks agent, preferensi pengguna โ€” pada akhirnya cuma soal apa yang kamu masukkan ke context window saat itu.
  3. Paksa format lewat skema, jangan cuma minta lewat prompt. "Jawab dengan JSON" tidak dijamin; tool/structured output dijamin sesuai skema oleh provider.
  4. Panggilan LLM adalah panggilan jaringan, bukan fungsi lokal. Latensinya tinggi, bisa gagal, dan dibatasi rate limit โ€” desain retry & timeout sejak awal, bukan setelah insiden pertama.
  5. Jangan mulai dari agent kalau workflow eksplisit sudah cukup. Agent lebih mahal, lebih sulit didebug, dan hasilnya kurang bisa diprediksi โ€” pakai hanya saat jalur langkahnya memang tidak bisa ditentukan di muka.
  6. Kualitas RAG ditentukan retrieval, bukan model generasinya. Chunk yang tidak relevan menghasilkan jawaban yang meyakinkan tapi salah, seberapa pun canggih modelnya.
  7. Perlakukan argumen tool call seperti input pengguna yang tidak dipercaya. Ia berasal dari teks yang bisa dipengaruhi prompt injection โ€” validasi sebelum dieksekusi, terutama untuk tool yang berefek samping.
  8. Riwayat panjang menabrak dua batas sekaligus: context window dan biaya. Ringkas atau pangkas secara sengaja, jangan biarkan array messages tumbuh tanpa batas.
  9. Bangun dataset evaluasi sebelum mengoptimasi, bukan sesudah. Tanpa itu, setiap perubahan prompt/chunking cuma tebak-tebakan yang "terasa lebih baik".
  10. Pasang budget alert sejak hari pertama. Biaya LLM API bertambah linear dengan pemakaian โ€” tagihan pertama yang mengejutkan hampir selalu berarti tidak ada yang memantaunya sejak awal.

Kesalahan yang paling mahal

KesalahanAkibatnyaDibahas di
Riwayat chatbot disimpan di variabel proses, bukan databaseRiwayat hilang begitu ada lebih dari satu instance serverFase 6
Tidak ada batas langkah maksimum pada agentAgent bisa berputar tanpa akhir, biaya token membengkakFase 3
Mengeksekusi argumen tool call sebagai perintah shell/SQL mentahPrompt injection berubah jadi command/SQL injection sungguhanFase 2
Chunk RAG tanpa metadata sumberTidak bisa melacak jawaban salah berasal dari dokumen manaFase 5, 6
Menaikkan temperature untuk "memperbaiki" jawaban yang salahHasilnya makin tidak konsisten, bukan makin akuratFase 1
API key LLM di environment variable plaintext / ter-commit ke gitKuota & biaya bisa disalahgunakan siapa pun yang menemukannyaFase 7
Tidak ada dataset evaluasi tetapPerubahan prompt/chunking tidak bisa dibandingkan objektif sebelum-sesudahFase 5
Container di-shutdown paksa saat sedang streaming jawabanJawaban ke pengguna terpotong di tengah kalimatFase 7

Satu hal yang tidak akan diselesaikan tooling apa pun: LLM tetap probabilistik. Guardrails, evaluasi, dan observability mengurangi risiko dan membuatnya terukur โ€” bukan menghilangkan sifat dasar ini sepenuhnya. Rancang sistemmu dengan asumsi model akan salah sesekali, bukan berasumsi ia selalu benar.

Aturan main

  1. Bangun, jangan cuma baca. Hampir semua materi di sini punya latihan konkret di akhirnya โ€” butuh API key sungguhan untuk sebagian besar, dan itu yang membuatnya melekat.
  2. Ukur sebelum dan sesudah. Klaim soal kualitas retrieval, biaya, atau latensi di roadmap ini bisa kamu buktikan sendiri dengan dataset kecil โ€” lakukan.
  3. Satu perubahan pada satu waktu. Mengganti model dan mengganti strategi chunking bersamaan membuat hasilnya tidak bisa dibaca.
  4. Jangan lompat ke Fase 6 atau 7. Chatbot production adalah gabungan semua fase sebelumnya โ€” melewatkannya berarti menambal masalah yang sebenarnya sudah dibahas.
  5. Pantau tagihan API-mu selama belajar. Pasang budget alert di dashboard provider sebelum menjalankan latihan yang memanggil API berkali-kali.
  6. Tulis dataset uji untuk setiap perubahan prompt. Sebelum mengoptimasi, bukan sesudah menebak-nebak.

Sebelum & sesudah ini

Roadmap ini mengandaikan kamu sudah bisa ngoding tapi belum pernah menyentuh AI/LLM. Kalau belum pernah ngoding sama sekali, mulai dari Python Dasar untuk Pemula. Kalau kamu ingin memperdalam sisi Python untuk AI engineering โ€” idiom, async, FastAPI โ€” Python untuk AI Engineer membahasnya lebih detail. Dan kalau kamu ingin mendalami sisi AWS/Bedrock-nya lebih jauh โ€” Knowledge Bases, Guardrails, evaluasi model โ€” AWS untuk AI Engineer menempuh jalur yang paralel dengan sudut pandang AWS.